Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Belajar dari Kisah Hidup Akhmad Munir dalam Bedah Buku Langkah Sunyi Menuju Puncak: Kunci Utama Adalah Doa Ibu

Jumat, 17 April 2026 | April 17, 2026 WIB Last Updated 2026-04-17T07:33:48Z

 




SURABAYA| Pro-Desa.com  — Kisah perjalanan hidup Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, patut menjadi teladan bagi siapa saja. Sebuah kisah hidup tentang kerja keras, Istiqomah, ketekunan, kesabaran, dan kekuatan doa ibu dalam menapaki karier mulai dari titik paling bawah hingga mencapai posisi puncak.


Kisah teladan dari perjalanan hidup Akhmad Munir itu tercantum dalam buku Langkah Sunyi Menuju Puncak yang peluncuran dan bedah bukunya dilakukan berbarengan dengan Puncak Peringatan HPN 2026 di Dyandra Convention Center Surabaya Kamis (16/4/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Munir yang menjadi narasumber, berbagi kisah perjalanan hidup yang sarat makna, terutama tentang peran besar seorang ibu dalam membentuk jalan hidupnya.


Munir mengaku, dirinya sempat tak menyangka bisa menjadi penulis dan menapaki berbagai posisi penting. Namun, ia meyakini bahwa doa ibunya menjadi fondasi utama dalam setiap langkah yang ia jalani.


“Saya menggarisbawahi, kunci kesuksesan saya yang pertama adalah doa ibu,” katanya.


Ia menuturkan, sejak awal karier, dirinya memilih untuk menekuni setiap proses tanpa melompati tahapan. Kariernya dimulai dari posisi paling dasar sebagai pembantu koresponden di Sumenep, dengan penghasilan yang tidak tetap. Dari titik itu, ia terus berkembang menjadi koresponden, karyawan tetap, hingga akhirnya menduduki berbagai posisi strategis di dunia jurnalistik.


Perjalanan tersebut membawanya menjadi Kepala Biro Antara Surabaya, Jawa Timur, kemudian menjabat direktur pemberitaan, direktur utama LKBN Antara, hingga ketua dewan pengawas. Di organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), ia juga meniti karier secara bertahap, mulai dari sekretaris, anggota dewan kehormatan, hingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua Umum PWI Pusat.


“Tidak ada satu pun jabatan yang saya dapat dengan melompat. Semua saya jalani dari bawah,” katanya.


Tak hanya di dunia pers, Munir juga aktif di berbagai organisasi olahraga, seperti PSSI Jawa Timur, Persebaya, hingga KONI Jawa Timur. Di setiap organisasi tersebut, ia kembali menegaskan prinsip yang sama: memulai dari posisi dasar, seperti humas, sekretaris, hingga dipercaya di posisi strategis lainnya.


Menurutnya, selain doa orang tua dan ketekunan, hal penting lainnya adalah tidak memiliki ambisi berlebihan terhadap jabatan. Ia mengaku, berbagai posisi yang diraihnya justru datang dari kepercayaan orang lain, bukan hasil dari upaya mengejar jabatan.


“Saya tidak pernah mengajukan diri untuk jabatan. Semua datang dari dorongan dan kepercayaan dari bawah,” katanya.


Munir juga menyinggung pengalaman hidupnya yang kerap diwarnai berbagai peran dalam waktu bersamaan. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai “keanehan” yang justru membuka jalan bagi dirinya untuk terus naik ke jenjang berikutnya.


Meski demikian, ia tetap meyakini bahwa setiap perjalanan hidup memiliki jalannya masing-masing, selama dijalani dengan kesungguhan dan niat yang baik.


Melalui kisahnya, Munir ingin menunjukkan bahwa kesuksesan bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang yang dijalani dengan konsisten, disertai doa dan dukungan keluarga.


“Selama kita menekuni apa yang kita lakukan, jalan itu akan terbuka dengan sendirinya,” katanya. (fan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update