![]() |
| Genjot Anggaran Pertanian 2025, Bupati Fawait Bidik Jember Jadi Lumbung Pangan Nasional |
SURABAYA| Pro-Desa.com- Pemkab Jember era kepemimpinan Bupati Jember Gus Fawait menargetkan sebagai wilayah lumbung pangan nasional. Untuk realisasinya, Bupati Fawait menggenjot anggaran khusus pertanian di tahun 2025.
Untuk itu Bupati Jember Gus Fawait melanjutkan rangkaian program Bunga Desaku di Kecamatan Mumbulsari, Selasa (7/4/2026). Di titik pertama, Bupati berjumpa dengan pelaku UMKM, mlijo, dan para tokoh tani.
Dalam sesi wawancara, Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan komitmen penuh untuk memajukan sektor pertanian sebagai pilar utama ekonomi daerah. Dalam upaya mendukung visi Presiden Prabowo Subianto, Gus Fawait memproyeksikan Jember kembali menjadi lumbung pangan utama, tak hanya di Jawa Timur, tetapi juga di kancah nasional.
"Realisasinya nantinya anggaran sektor pertanian 2025 menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Jember melalui sinergi APBD dan APBN," jelas presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) ini.
Gus Fawait mengungkapkan bahwa anggaran sektor pertanian pada 2025, yang merupakan sinergi antara APBD dan APBN, akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Jember. Peningkatan ini direncanakan terus berlanjut hingga 2026.
Mantan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim ini mengatakan sejumlah program disiapkan untuk menunjang hal tersebut. Di antaranya program Optimalisasi Lahan (Oplah) ditingkatkan dari sekitar 5.000 hektare menjadi 8.000 hektare.
Meski demikian, dia mengakui tantangan masih cukup besar. Dari total lahan yang disiapkan, sekitar 70 persen masih dalam kondisi rusak, sehingga membutuhkan penanganan dan perhatian serius agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Untuk mendukung program tersebut, alokasi anggaran sektor pertanian dari pemerintah pusat dan daerah di Kabupaten Jember mencapai sekitar Rp 149 miliar. Menurut Fawait, jumlah ini merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu 40 tahun terakhir.
“Hal tersebut merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu.
"Pengadaan pompa air dan alat mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas petani dan prioritas program Oplah dibandingkan pembangunan Jalan Usaha Tani karena berdampak langsung pada indeks pertanaman, " jelasnya.
Tak hanya itu, mantan bendahara DPD Gerindra Jatim ini mengatakan pihaknya juga mendorong kemandirian kelompok tani dalam produksi pupuk organik sebagai nilai tambah ekonomi.
"Pemerintah fokus memastikan distribusi pupuk subsidi tepat sasaran dan tentunya pelibatan masyarakat dalam pengawasan program pertanian untuk memastikan pelaksanaan optimal," tandas mantan Ketua Komisi C DPRD Jatim ini.
Gus Fawait menyatakan kebijakan Pemkab Jember ini adalah bentuk keberpihakan nyata pemerintahan Jember Baru, Jember Maju terhadap petani. “Kami tidak hanya bicara teori, tapi langsung pada program konkret," ujar Gus Fawait.
Ditegaskan Gus Fawait, Program Oplah lebih diprioritaskan dibandingkan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) untuk saat ini. Menurut dia, program Oplah berdampak langsung pada peningkatan indeks pertanaman.
"Kalau JUT itu berkaitan dengan transportasi. Tapi kalau Oplah, ini langsung menyasar produktivitas. Yang tadinya panen sekali setahun, harapannya bisa dua hingga tiga kali. Kalau tidak ada yang mau dipanen, apa yang mau diangkut lewat jalan tani? Jadi, Oplah dulu baru JUT," jelasnya.
Terkait isu pupuk, Gus Fawait mendorong kelompok tani untuk mulai mandiri dalam memproduksi pupuk organik. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan ruang bagi kelompok tani guna mengembangkan pupuk organik sebagai nilai tambah ekonomi bagi mereka.
Gus Fawait menegaskan pemkab tak akan ikut campur dalam bisnis produksi pupuk organik agar tidak bersaing dengan masyarakat. "Kami ingin kelompok tani berdaya. Pemkab lebih fokus memastikan distribusi pupuk subsidi tepat sasaran sesuai kebutuhan petani di lapangan," tambahnya.
Lebih lanjut, menyadari bahwa dampak infrastruktur pertanian membutuhkan waktu (jangka menengah), Gus Fawait meminta seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mengawal pelaksanaan program di tingkat bawah.
"Kami butuh partisipasi masyarakat untuk mengawasi. Kami sudah memberi amanah kepada kelompok-kelompok tani, semoga niat baik ini dilaksanakan dengan baik agar hasilnya optimal bagi kesejahteraan Jember," pungkasnya. (adv/yud)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar