SIDOARJO| Pro-Desa com - Juragan bandeng bakal berseteru sengit dengan juragan udang di Sidoarjo. Bukan di tambak, melainkan dalam pentas Ludruk Besutan di Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) Jl Erlangga, Jumat (10/4/2026) malam.
Lakon ini dibawakan oleh Meimura (Meijono) sebagai bagian kedua dari pentas keliling "Besut Jajah Deso Milangkori" di 10 kota Jawa Timur. Dua aktor yang ikut meramaikan ludruk garingan kali ini adalah Robet Bayonet dan Didik Jogoyudo.
Menurut Meimura, dalam setiap pementasan di masing-masing kota selalu membawakan lakon yang berbeda, menyesuaikan dengan isu lokal. Pentas perdana di kawasan Gunung Anyar Surabaya, Sabtu (4/4/2026), mengangkat persoalan pencemaran sampah di pantai. Aktor yang mendampingi adalah Hengki Kusuma dan Puryadi.
Pentas keliling ini merupakan program Pemberdayaan Ruang Publik dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Besutan adalah kesenian rakyat yang merupakan cikal bakal ludruk. Meimura yang berperan sebagai tokoh Besut mengharapkan pentas keliling ini dapat menggairahkan pertumbuhan dan perkembangan seni ludruk agar tidak terancam kepunahan. Bahwa pentas ludruk sesungguhnya dapat dilakukan tanpa tergantung gedung dan panggung, tanpa grup besar, tanpa kelengkapan lain yang selama ini dianggap menjadi halangan.
Sebagaimana biasa, sesudah pementasan dipungkasi dengan sarasehan, yang kali ini menghadirkan Arif Rofiq dan Ribut Wiyoto.
Sebelum pentas utama akan disajikan penampilan kelompok karawitan. Pentas berikutnya dilakukan di Jombang (18/4), Nganjuk (25/4). Kota-kota lain yang dijadwalkan adalah Mojokerto, Kediri, Nganjuk, Madiun, Malang, dan Jember. (ret)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar