Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tingkatkan Literasi dan Inklusi Reksa Dana, APRDI dan OJK Gelar Roadshow di 5 Kota

Selasa, 07 April 2026 | April 07, 2026 WIB Last Updated 2026-04-08T02:00:15Z


SURABAYA| Pro-Desa.com – Guna mendorong peningkatan linterasi dan inklusi Reksa Dana,  Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI), OJK dan SRO (Sel Regulatory Organization) meluncurkan program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026) yang diawali dengan kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 di beberapa kota di Indonesia.


Dalam kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 ini, APRDI dengan didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengadakan roadshow di 5 kota di Indonesia yang dimulai dari Kota Surabaya (Surabaya 7 April, Semarang 9 April, Medan 14 April, Makassar 16 April, Bandung 20 April).


“Kota Surabaya menjadi tempat pertama penyelenggaraan pekan Reksa Dana 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah nyata para pelaku di industri untuk mendorong literasi dan inklusi Reksa Dana yang lebih luas di Indonesia,” kata  Ketua Presidium Dewan APRDI Lolita Lilana, Selasa (7/4/2026).


Dijelaskan Lolita, kegiatan SOSEDU APRDI 2026 di Surabaya dilaksanakan di Kantor OJK Provinsi Jawa Timur dan di beberapa perguruan tinggi di Surabaya yang telah menjalin kerjasama dengan Galeri Investasi BEI, yaitu Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Kristen Petra, Universitas Airlangga, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya (STIESIA).

Road to Pekan Reksa Dana 2026 juga menghadirkan kelas edukasi bagi jurnalis dan mahasiswa di lima kota di Indonesia. Juga menyelenggarakan lomba penulisan artikel bagi jurnalis dan kompetisi pembuatan konten Instagram Reels untuk mahasiswa. Melalui pendekatan ini, APRDI ingin mendorong partisipasi masyarakat secara aktif dan kreatif dalam meningkatkan pemahaman investasi Reksa Dana di Indonesia dan masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya investasi yang terencana melalui Reksa Dana.


Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional M. Maulana menyampaikan sebagai upaya yang terstruktur, masif, dan berkelanjutan untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat diperkenalkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana atau PINTAR Reksa Dana sebagai salah satu inisiatif strategis untuk menjembatani potensi besar tersebut dengan realisasi partisipasi masyarakat yang lebih luas. “Program tersebut akan di-launching pada 27 April 2026 di Jakarta,” katanya.


Jatim Tumbuh Pesat


Kepala Kantor OJK Provinsi Jatim Yunita Linda Sari mengatakan industri Reksa Dana di Jatim menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Sepanjang 2025, total transaksi Reksa Dana mencapai sekitar Rp 4, 96 triliun, tumbuh 54, 60% (YoY). Sedangkan pertumbuhan Reksa Dana riteal mencapai sekitar 141.861 SID, tumbuh 13,52% (YoY). 


“Melihat perkembangan ini, dibutuhkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap karakteristik produk Reksa Dana, termasuk kesesuaian dengan profil risiko dan tujuan investasi,” kata Yunita.


Dijelaskan Yunita, rinciannya untuk investor institusi tercatat 1.821 SID,  tumbuh 73% (YoY), investor perorangan mencapai 141.861 SID atau tumbuh 13,52% (YoY).  Yunita menyambut baik  kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 di Surabaya. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi serta inklusi Reksa Dana kepada masyarakat di Jatim.


Untuk diketahui, Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) mewadahi 6 asosiasi yang terkait di Industri Reksa Dana dan pelaku pengelolaan investasi di Indonesia. Bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Sel Regulatory Organization (SRO), APRDI terus berupaya mendorong peningkatan literasi dan inklusi Reksa Dana kepada masyarakat.


Sementara itu dari sisi industri, kinerja Reksa Dana di Indonesia menunjukkan tren positif. Hingga akhir 2025, dana kelolaan (AUM) reksa dana tumbuh 35,06 persen menjadi Rp 679,24 triliun. Sementara jumlah investor mencapai 19,2 juta SID, dengan dominasi generasi muda di bawah usia 30 tahun sebesar 54,24 persen


Dana kelolaan (AUM) industri Reksa Dana di Indonesia pada akhir 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 35,06% menjadi sebesar Rp 679,24 triliun jika dibandingkan akhir 2024 sebesar Rp 502,92 triliun. Sedangkan secara total dana kelolaan investasi mengalami kenaikan sebesar 25,19% dari Rp 804,87 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp  1.007,65 Triliun pada akhir 2025. Dana kelolaan ini merupakan yang tertinggi setelah dalam kurun waktu 5 tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang stagnan. (tis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update