KUNINGAN| Pro-Desa.com – Peternak panen raya di musim kurban perayaan Idul Adha. Salah satunya peternakan milik Yuswardi di Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Peternakan ini mendadak jadi perhatian warga sebab salah satu sapi yang dipelihara di peternakan itu telah dibeli oleh Presiden Prabowo untuk kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun ini.
Dengan bobot yang mencapai 1,8 ton, sapi berjenis limosin itu memang tampak menonjol di antara deretan sapi lainnya di kandnag tersebut. Sapi yang diberi nama ‘Si Diego’ itu diketahui berusia sekitar empat tahun.
Si Diego terpilih sebagai sapi kurban Presiden Prabowo setelah melalui proses seleksi yang panjang. Mulai dari asal usulnya, asupan pangan, kondisi kesehatan hingga bobot dan ukuran sapi tersebut. “Sapi yang dipilih itu berjenis limosin. Kakinya bagus, gede, tinggi, panjang,” ujar pemilik sapi Si Diego, Yuswardi, Senin (11/5/2026).
Ia pun mengaku tak menyangka jika sapi miliknya bakal terpilih sebagai sapi kurban presiden. Sapi itu dijualnya dengan harga di atas Rp 100 juta. Rencananya, Si Diego akan diserahkan kepada petugas Masjid Agung Kuningan untuk disembelih saat Hari Raya Idul Adha. Daging kurban itu selanjutnya akan dibagikan kepada masyarakat.
Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebut dua sapi dari peternak setempat juga lolos seleksi dari tim Pemerintah pusat sebagai hewan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk Idul Adha 1447 Hijriah.
"Informasi dari DIY itu, hewan ternak dari Bantul lolos dua ekor, masing masing dari daerah Kasihan dan Pleret," kata Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo saat dikonfirmasi di Bantul, Yogyakarta.
Sebelumnya, Kabupaten Bantul mengajukan sembilan sapi untuk diseleksi oleh tim dari Sekretariat Negara bersama Pemprov DIY sebagai calon hewan kurban Presiden Prabowo.
"Kalau itu (pertimbangan) dari tim. Saya tidak tahu kenapa dipilih sapi dari Bantul. Kami kan sebelumnya mengajukan sembilan sapi, yang lolos dua; itu hasil seleksi dari tim, bukan dari kami," jelas Joko.
Meski demikian, pihaknya belum mendapat informasi detail jenis sapi yang lolos seleksi tersebut, hanya saja sebelumnya sapi yang diusulkan ke pemerintah pusat yang memiliki berat hidup rata-rata sekitar satu ton.
Joko menambahkan dengan terpilihnya sapi dari Bantul sebagai hewan kurban presiden itu menjadi kebanggaan tersendiri terutama bagi peternak, karena ternak sapi dari Bantul dipercaya memiliki kualitas yang baik.
"Bantul selama ini beberapa tahun sudah terpercaya oleh presiden karena lolos seleksi. Tentu ini akan memberikan motivasi kepada para peternak di Bantul, karena kalau dibeli presiden merupakan penghargaan yang tidak ternilai harganya," katanya.
Meskipun populasi ternak sapi di Bantul relatif kecil, Joko mengatakan kepercayaan dari Pemerintah pusat terhadap peternak Bantul cukup besar, karena dibuktikan setiap tahun ada ternak sapi yang dibeli pemerintah sebagai hewan kurban dari presiden.
"Kemudian, di Bantul itu hewan ternaknya sehat-sehat, makanya bisa lolos. Harapan kami, itu dapat memberikan motivasi kepada peternak di Bantul untuk memelihara lebih baik ke depan, sehingga dipercaya untuk terus menyediakan ternak kurban untuk presiden," ujar Joko. (rpk)
