Iklan

terkini

Rame-Rame Usul Tempat Digelarnya Muktamar ke-35 NU

Sabtu, 09 Mei 2026, Mei 09, 2026 WIB Last Updated 2026-05-10T00:10:47Z


 


SURABAYA| Pro-Desa.com - Sejumlah usulan mengemuka terkait tempat penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Setidaknya sudah ada usulan resmi seperti dari Lirboyo agar Muktamar kali ini digelar di pesantruen di Kediri tersebut. Lalu usulan dari PWNU NTB untuk menjadi tuang rumah. Selain itu ada yang mengusulkan di Jawa Tengah dan Surabaya-Bangkalan atau Kabupaten Situbondo. Namun baik waktu maupun tempat Muktamar ke-35 NU akan ditentukan saat Munas dan Konbes NU atau pra-muktamar.


Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebelumnya pernah mengatakan KH Nurul Huda Djazuli, yang akrab disapa Kiai Da, mengusulkan agar forum tertinggi NU tersebut digelar di lingkungan pesantren. “Kiai Da dawuh agar Muktamar ke-35 NU dilaksanakan di pesantren. Bahkan secara spesifik beliau mengusulkan di Pesantren Lirboyo,” kata Gus Yahya.


Forum Rais Syuriah NU yang diadakan di Pesantren Lirboyo Kediri kemudian mengusulkan agar Muktamar Ke-35 mendatang diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo yang dinilai memiliki sejarah panjang dalam khidmah keilmuan, kaderisasi ulama, serta pengabdian kepada Nahdlatul Ulama.


Menurut Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) keputusan mengenai waktu dan lokasi pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU harus diputuskan secara kolektif melalui forum Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU.


Sementara itu KH Ishaq Masykuri, dzurriyah almaghfurlah KH Hamid Baidlowi, Lasem, Jawa Tengah, mengatakan, Muktamar ke-35 NU bisa ditempatkan di Jawa Tengah. “Kami sangat siap. Bisa di Pondok Lasem, Ponpes Mbah Hamid Baidlowi atau di Sarang Pondok Pesantren Mbah Maemun Zuber. Terpenting, waktu yang sangat strategis (abad kedua NU) ini, benar-benar menjadi miqat kebangkitan NU di abad kedua,” katanya.


Ada juga yang merinci beberapa alternatif tempat pelaksanaan Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 mendatang. Apalagi, waktunya sudah mepet di tengah musim haji. Muktamar ke-35 NU sebaiknya di Surabaya. Mengapa? Karena inilah tempat yang paling sesuai dengan rencana Muktamar NU ke-35 Tahun 2026. Surabaya adalah kota kelahiran NU.


“Sekaligus sebagai momentum untuk mengenang sejarah berdirinya NU. Soal fasilitas sangat memadai,” tegas seorang nahdliyin.


Di Surabaya, ujarnya, peserta bisa banyak merenung mulai dari pergerakan cikal bakal berdirinya NU, para kiai yang saat itu mendirikan Nahdlatul Wathan (1916), Nahdlatut Tujjar (1918), Tasywirul Afkar (1919) sampai Nahdlatul Ulama (NU). “Dan, ingat, kantor PBNU pertama itu di Surabaya,” tambahnya.


Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB secara resmi menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35. Ketua PWNU NTB Prof Masnun, mengatakan, kesiapan tersebut tidak hanya mencakup aspek teknis penyelenggaraan. Tetapi juga kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang dibuktikan dengan soliditas PWNU NTB.


"Secara kelembagaan kami sangat solid. Mulai dari jajaran Mustasyar, Suriyah, Tanfidziyah, AHWA, Banom dan lembaga. Jadi kami sudah siap lahir batin," kata Prof Masnun Tahir kepada wartawan di kantor PWNU NTB, Mataram. "Seluruh tingkatan organisasi NU di NTB sangat siap jadi tuan rumah muktamar," ujar Prof Masnun.


Disampaikan, ada sejumlah alasan kuat yang membuat NTB layak dan siap menjadi tuan rumah Muktamar NU. Selain kesiapan organisasi dan dukungan masyarakat, NTB juga memiliki jejak sejarah dan figur penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama. Yaitu dengan keberadaan sesepuh NU, TGH Lalu Muhammad Turmuzi Badaruddin."NTB ini masih punya jangkar kiai. Almukarrom Datok Bagu bukan hanya tokoh NU NTB, tapi juga milik NU Indonesia. Ini menjadi bagian dari kekuatan moral dan historis bagi kami di NTB untuk ikut berkhidmah dan menyukseskan Muktamar NU," papar Prof Masnun.


Secara historis, sambung dia, NTB juga pernah menjadi tuan rumah dalam event nasional yang digelar PBNU. Mulai dari Munas dan Pra Muktamar. Dan semua kegiatan itu berjalan dengan baik. PWNU NTB pun sudah bersurat ke PBNU untuk menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah Muktamar. "Dan yang memerintahkan kami untuk kirim surat ke PBNU adalah Al mukarrom Datok Bagu. Memohon agar PBNU menjadikan NTB jadi tuan rumah Muktamar," sambungnya.


Ia menambahkan, kesiapan NTB juga mendapat dukungan dari Pemprov NTB. Dalam beberapa kesempatan, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal disebut telah menyampaikan kesiapan untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Muktamar NU 2026 di NTB.


"Pak Gubernur juga telah menyampaikan kesiapan dan dukungannya untuk menyukseskan Muktamar NU 2026 di NTB. Ini tentu menjadi tambahan semangat bagi kami bahwa ikhtiar ini didukung bersama semua lapisan," pungkas Rektor UIN Mataram itu.


Wakil Ketua PWNU NTB Lalu Winengan menambahkan NTB sangat siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan muktamar. Selain kekuatan organisasi dan dukungan warga nahdliyin,  infrastruktur NTB juga dipastikan sangat memadai. Semua jalur transportasi seperti bandara, pelabuhan maupun jalur darat siap menyambut ribuan nahdliyin se-Indonesia. (*)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Rame-Rame Usul Tempat Digelarnya Muktamar ke-35 NU

Actual News

Topik Populer

Iklan