SURABAYA| Pro-Desa.com - Ekosistem ekonomi syariah di Jawa Timur, membutuhkan perhatian serius dari pelbagai kalangan. Sebagai tanggung jawab untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah itu, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur melalui Lembaga Solusi Halal (LSH) berkomitmen untuk meningkatkan daya saing Pelaku Usaha Kecil Menengah (UMK).
Di antara langkah strategisnya adalah melalui digitalisasi pemasaran produk yang telah bersertifikat halal ke dalam platform marketplace. Pelatihan Platform Marketplace bagi UMK dan P3H ISNU Jawa Timur, digelar Sabtu-Minggu, 18-19 April 2026 di Leedon Hotel & Suites, Jl. Jaksa Agung Suprapto No.37, Ketabang, Surabaya.
"Pelatihan ini dirancang untuk mensinergikan pelaku usaha dengan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) agar produk halal lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas secara profesional," tutur Prof. Dr. H. M. Afif Hasbullah, SH, MHum, Plt Ketua ISNU Jawa Timur dalam penjelasannya.
Pelatihan Platform Marketplace bagi UMK dan P3H ISNU Jawa Timur, diikuti sebanyak 120 peserta. Mereka adalah para pelaku usaha, berasal dari pelbagai daerah: Bangkalan, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Mojokerto Raya, Malang Raya, Pasuruan Raya, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Nganjuk, Banyuwangi, Trenggalek, dan Sumenep.
Selain itu, ISNU Jawa Timur pada pagi harinya mengadakan Halal Bihalal dan Muskerwil III yang dihadiri sejumlah tokoh seperti Prof Kamaruddin Amin (Ketua Umum PP ISNU), Prof Kacung Marijan (Wakil Ketua PWNU Jawa Timur), Prof M. Mas'ud Said (Wakil Ketua Umum PP ISNU), dll.
Wakil Ketua PW ISNU Jatim, Dr Muhammad Yasin, berkesempatan memberi sambutan seraya mengingatkan pentingnya sinergi antara ISNU dan Pemprov Jatim dalam melakukan pelaksanaan program.
"Kita bersyukur kondisi ekonomi global, namun tidak berpengaruh signifikan bagi Provinsi Jatim," tutur M Yasin.
Ia pun menyambut ada perhatian ISNU yang mengadakan program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dalam kaitan ini Marketpla Platform Marketplace bagi UMK.
"Ini mendukung program Pemprov Jatim," tambahnya.
Platform Marketplace UMK
"Sedikitnya, 150 anggota ISNU hadir dalam kegiatan halal bihalal dan Muskerwil III kali ini. Inilah forum untuk mengambil langkah strategis bagi kepentingan organisasi dan sebagai tanggung jawab intelektual NU untuk memajukan masyarakat," kata Ketua Pelaksana Pelatihan Platform Marketplace bagi UMK dan P3H ISNU Jawa Timur, H Sumangat.
Para peserta mendapatkan sejumlah materi, seperti Ekspansi bisnis dan akses permodalan UMK, membangun dan mengelola usaha online, Strategi digital pemasaran, dan penguatan ekonomi bisnis di era digital.
"Kami menghadirkan pakar dan praktisi bisnis yang selaras dengan tujuan diadakannya pelatihan ini," tutur Sumangat.
Lebih ditambahkannya, secara luas pelatihan ini menjadi ikhtiar untuk meningkatkan literasi digital pelaku usaha binaan ISNU Jawa Timur. Juga, memberikan pendampingan teknis _on boarding_ (Pembukaan Toko) di marketplace).
Selain itu, dengan pelatihan ini akan mengoptimalkan strategi pemasaran dan penulisan deskripsi produk yang menarik. Bahkan, mampu memperkuat peran P3H dalam mendampingi aspek keberlanjutan bisnis UMK halal. (Isn)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar